Kamis, 27 Maret 2025

Ritual Balia Suku Kaili Menurut Sudut Pandang Antropologi Kesehatan

 

Ritual Balia Suku Kaili Menurut Sudut Pandang Antropologi Kesehatan

 

Suku Kaili adalah suku bangsa di Indonesia yang mendiami sebagian besar dari Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu, di seluruh daerah di lembah antara Gunung Gawalise, Gunung Nokilalaki, Kulawi, dan Gunung Raranggonau.

Balia adalah salah satu tari ritual dalam kepercayaan lama masyarakat suku Kaili, Sulawesi Tengah. Kepercayaan kepada kekuatan gaib, roh leluhur dan nenek moyang yang masih sangat kental. 

Ritual ini merupakan ritual adat yang dilaksanakan dengan tujuan untuk penyembuhan. Ritual ini bisa diadakan secara individu maupun berkelompok. Dalam kepercayaan masyarakat sakit yang dialami ini dibuat oleh roh jahat atau dipengaruhi oleh roh jahat dan penyakit itulah yang dapat disembuhkan dengan tari Balia ini. 

Tari Balia ini berbeda dari tarian lainnya, karena didalam tarian ini terdapat satu prosesi yang dapat dikatakan cukup ekstrim yaitu menginjak bara api. Proses penginjakan bara api inilah yang dicocokkan dengan nama Balia, yang artinya tantang dia (Bali:tantang, ia:dia). 

Dalam hal ini api disimbolkan sebagai elemen yang buruk atau kemarahan. Oleh karena itu, Balia yang berarti tantang dia bisa diartikan dengan melawan setan yang telah membawa penyakit. Dengan kemampuan menyembuhkan itulah, yang menyebabkan masyarakat setempat menganggap bahwa tarian adat Balia sebagai obat untuk kesehatan. 

Hal ini tentu saja berhubungan dengan yang namanya antropologi kesehatan. Antropologi kesehatan adalah ilmu mempelajari tentang kebiasaan masyarakat, cara pandang masyarakat terhadap penyakit, cara menanggulangi penyakit, penyebaran penyakit hingga hubungan penyakit dengan masyarakat. Sistem medis dalam antropologi kesehatan dimaksudkan sebagai sesuatu yang mencakup semua kepercayaan tentang usaha meningkatkan kesehatan dan tindakan serta pengetahuan ilmiah maupun ketrampilan anggota-anggota kelompok yang mendukung sistem tersebut.

jika dilihat dari sudut pandang antropologi kesehatan maka tradisi Balia ini bisa dikatakan menjadi sebuah masalah yang ada di masyarakat suku kaili. Masyarakat suku kaili beranggapan bahwa tradisi ini harus tetap dilestarikan agar tidak punah dan hingga saat ini pun masih ada beberapa masyarakat suku kaili yang masih percaya akan adat ini. Dari kepercayaan inilah yang dapat membuat mereka enggan untuk pergi melakukan pengobatan kepada tenaga ahli medis dan hal itulah yang akan dapat memperparah kondisi yang dialami oleh penderita jika dalam pengobatan yang mereka lakukan terdapat kesalahan.


Suci Ramadhanyanti Nur


Sumber : DISINI

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar

INFOGRAFIS

 
;